Minggu, 03 Juni 2012

TASK 5_DINAMIC ROUTE


Dynamic Routing

Dynamic routing adalah routing protocol yang dugunakan antar router untuk mementukan jalur terbaik ke remote network atau network tujuan dan menjaga (maintain) networknya dalam routing table networks. Dynamic routing OSPF adalah routing protocol link state berbeda dengan routing protocol yang distance vector seperti RIP yang dihitung per hop OSPF ditentukan oleh sebuah nilai cost, meski demikian RIP maupun OSPF adalah Routing protocol Open standard. OSPF menggunakan SPF algoritma.

Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
 Dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan :

1. Routing Information Protocol (RIP)

– Kelebihan
menggunakan metode Triggered Update
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan– Kekurangan

2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

– Kelebihan
support = 255 hop count
– Kekurangan
Jumlah Host terbatas

3. Open Shortest Path First (OSPF)

-  Kelebihan
tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area. waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

   -  Kekurangan

Membutuhkan basis data yang besar Lebih rumit

4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)

-  Kelebihan
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. memerlukan lebih sedikit memori dan proses memerlukan fitur loopavoidance
-  Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco

5. Exiterior Gateway Protocol (EGP)

– Kelebihan
Sangat sederhana dalam instalasi
– Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.







Untuk Hasil konfigurasi Dinamic Route, silahkan    Download disini





















Sabtu, 05 Mei 2012

TASK 4_ STATIC ROUTE





STATIC ROUTE 






Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic. 
Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya. 
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket. 



Tiga cara kerja routing statis :
  • Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
  • Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam table routing
  • Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data



Pada setiap routing, harus dikenalkan terlebih dahulu antara router yang mengikuti di jaringan / router yang diikuti.
Karakteristik Static Route :
  • Static Routing tidak menanngani kegagalan dalam jaringan sehingga setiap kegagalan/perubahan harus dilakukan secara manual.
  • Static Routing akan berfungsi jika routing table berisi rute untuk setiap jaringan di dalam internetwork.
  • Rute untuk setiap network yang TIDAK TERHUBUNG langsung dari sebuah router harus diperkenalkan satu persatu. 


Untuk Hasil Konfigurasi STATIC ROUTE, silahkan download disini